Tampilkan postingan dengan label campus story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label campus story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012

Menghikmahi Ibadah dari Mikrobia


Sebuah perenungan datang dari praktikum Mikrobiologi Makanan yang dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi PAU (pokoknya ya, di salah satu ruangan di Gedung Pasca Sarjana UGM). Tapi sayangnya, perenungannya tidak atas inisiatif saya sendiri, harus ‘disentil’ dulu sama asisten praktikumnya. Beliau bernama mas Erlangga alumni fakultas TPHP UGM yang kata beliau sendiri sih sudah malang melintang di dunia permikrobia-an selama 4 tahun. Lama ya..dan katanya beliau berharap tahun ini tahun terakhir jadi asisten praktikum :D

Jadi, pas praktikum perdana tanggal 23 April 2012 (Acara Pengenalan Alat sama Acara Uji Pendugaan Coliform) beliau berkata, “Berurusan sama mikrobia itu kayak kita  beribadah. Kita ga tau ibadah kita itu diterima atau enggak kan. Nah kayak percobaan kita, kita ga tau berhasil atau enggak.” maksudnya mas Erlangga kan kita harus nunggu hasil kerja kita itu diinkubasi dulu, baru tahu kerjaan kita itu berhasil atau gagal.

Sebelumnya, sudah tahu mikrobia itu apa? Mikrobia atau mikrobiologi itu makhluk hidup yang kecil banget dan hidupnya dimana-mana. Jadi kehidupan di sekitar kita termasuk udara, pakaian, tempat beraktivitas, peralatan di sekitar kita, itu pasti terkontaminasi makhluk kasat mata ini. Saking kecilnya si mikrobia, sampai harus dibantu mikroskop buat lihat langsung keimutan dan keganasannya (kalo jamur sih kadang bisa dilihat langsung). Nah, mikrobia ciptaan Tuhan ini ada yang baik hati tidak sombong dan suka menolong, tapi ada juga yang jahat nakal hobi merusak dan bikin penyakit. Ya kurang lebih seperti manusia dan golongan jin gitu deh, ada yang taat sama Allah tapi ada juga yang kafir dan berbuat kerusakan serta berpenyakit hati. Cukup ya selayang pandang tentang mikrobia, kalau mau yang lebih detail boleh lho ikutan mata kuliah Mikrobiologi :D hehe


                                         Nih, salah satu mikrobia ciptaan Allah..


Lalu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ibadah itu adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangannya. So, wujud dari beribadah itu tidak melulu sholat atau berdoa, tapi melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya itu yang disebut Ibadah.

Saya khususnya, sudah hidup hampir 20 tahun. Itu bukan waktu yang singkat untuk menjalani sebuah kehidupan di dunia yang kata Allah cuma sementara dan sebentar ini. Selama mengemban amanah untuk hidup di dunia, harusnya kita ngapain sih? Kalau berdasarkan surat cinta dari Rabb Penguasa Alam sih: Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun. Yang artinya: Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku. Dan biar hidup kita ini dapat raport bagus dari Dia, berarti segala aktifitas yang kita lakukan selama hidup itu harusnya diniatkan sebagai ibadah kan ya :) yuk lanjut.. Tapi masalahnya adalah, aktifitas yang saya niatkan sebagai ibadah selama saya hidup ini diterima, diabaikan, atau bahkan ditolak ya sama Allah? #gigitjari

Walaupun kegalauan serupa juga melanda, soal keberhasilan pekerjaan kelompok saya di praktikum itu, tapi sungguh hati saya berteriak (ini perlebay-an versi saya :p) soal ibadah saya. Saya bermimpi dan berdoa untuk dibersamakan di surga kelak dengan orang-orang yang saya cintai dan saya rindukan kehadirannya. Tapi kalau ibadah saya tidak masuk kategori ACCEPTED, terus kalau menyelamatkan diri sendiri dari tiket masuk neraka saja belum mampu, lalu bagaimana saya akan melepas rindu dan hidup bahagia di surga? T.T astaghfirullahal’adzim, naudzubillahimindzalik


Saya teringat dulu pernah membaca tentang Sholat Khusyu’. Tahapan terakhirnya dari sholat khusyu’ adalah pasrah, menyerahkan ibadah kita sepenuhnya kepada Allah. Jadi terserah Allah, ibadah kita akan diterima atau tidak. Yang penting dilakukan adalah aktifitas ibadah itu LURUS, mulai dari niatnya sampai diakhiri dengan menyerahkan urusan kita pada Rabb.
Wallahualam bisshowab, hanya Allah yang tahu bagaimana nasib ibadah-ibadah kita, bagaimana perhitungan amalan kita, dan dimana tempat persinggahan terakhir kita: SURGA atau NERAKA.


Terlalu banyak perbandingan, pengandaian, contoh, dan teguran dari Allah untuk kita abaiakan. Selanjutnya bagaimana kita menyikapi, menyadari, mengilhami atau menghikmahi kesemuanya itu lebih penting dari pada memikirkan nasib ibadah yang sungguh hanya Allah yang tahu.

Bahkan masalah ibadah ini hanya sedikit dari yang bisa diilhami dari urusan mikrobia. Masih buanyak aspek yang akan menjadi perantara perbandingan, pengandaian, contoh, dan teguran dari Allah. Bukan hanya mikrobia, tapi yang lainnya juga :)

Bismillah semoga selalu menjadi perenungan yang indah dan bermanfaat untuk saya khususnya..aamiin
dan semoga percobaan kelompok saya berhasil ya :D



             Pas praktikum bikin yang beginian, namanya teknik streak plate buat isolasi mikrobia. Semoga berhasil ya percobaan kelompok saya #prayhard


Senin, 28 November 2011

usil pagi-pagi :D

wuah, sudah lamaaaaa sekali ga buka dan update blog :(

nah, kebetulan saya pagi ini lagi usil banget, karena ternyata kuliah jam 8 dan jam 10 kosong (-____-) saya bermaksud ngshare keusilan saya. hehe
jadi ceritanya, saya itu usil ngetik apa yang disampaikan seorang ustadz pada sebuah acara kajian di FK UGM. jadi..saya usil ngepost hasil keusilan saya. berikut hasil keusilan tangan saya ;)


Manusia adalah makhluk yang sempurna. Sadar bahwa hidupnya belum sempurna adalah proses menjalani hidup menuju kesempurnaan.

        -Lapar, ngantuk, lelah adalah hidayah tingkat terendah yang sifatnya reflektif/spontanitas.
2.       -Dimensi hayawaniyah. Manusia juga punya syahwat, libido, selera tentang rasa warna dan bau. Adalah hidayah indrawi/hidayah alkhawasi. Manusia puya hidayah ini pada masa pubertas. Hanya isyarat hidayah untuk fungsi reproduksi. Kalo diikuti nanti tidak akan tercapai cita-ita hidupnya, akan ada resiko: biologis, psikologis, sosiologis, akademis, historis (kesadarannya antara laki-laki dan perempuan berbeda), teologis.
3.       -Dimensi basyariyah: homosapien. Mulai ada kreatifitas, bagaimana menjadikan. Manusia mampu mengembangkan scince dan teknologi. Tapi produk-produk teknologi bukan jaminan untuk ketentraman. Barang bergengsi sering menganggu, sedangkan barang berfungsi sering membantu.
4.       -Dimensi tafsiyah. Manusia punya emosional quotion. Manusia membutuhkan stabilitas, ketentraman, keharmonisan.
5.       -Dimensi ruhiyah. Manusia membutuhkan idealisme.

Lima dimensi itu ada dalam diri kita, ada dalam islam. Bedanya islam sama agama lain adalah Tuhannya Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Memberi apa yang kita butuhkan dan juga menyanyangi yaitu dengan memberikan aturan-aturan untuk meloindungi kita. Termasuk aturan hubungan laki-laki dan perempuan.

Di surat al hujurat:13 , laki-laki dan perempuan harus saling mengenal. Wanita harus mengenal kelaki-lakiannya laki-laki, dan laki-laki harus mengenal kewanitaannya wanita.
Ali imran 113, al baqoroh 235: jatuh cinta, merindukan pasangan.

Match secara komperehensif: laki-laki 23, wanita 18 (menikah dengan yang seusia berarti membangun hubungan yang inkonvensional, berarti harus dengan manajemen yang inkonvensional. Sebelum 40 tahun ga masalah, tapi kalo udah di atas 40 tahun mulai bermunculan masalah). Ar ruum:21

Tuntutan internal dan tuntutan eksternal, yang mana?
Menikah untuk pasangan yang mampu, bukan yang mau. Mampu: financial, emosional, mental, ilmu pengetahuan. Fiqh pergaulan untuk menuntut perjalanan pergaulan laki-laki dan perempuan.
Fiqh pergaulan laki-laki dan perempuan itu habluminannas: semua boleh dilakukan kecuali yang dilarang. Larangan yang harus diketahui:
Pendidikan untuk anak-anak: maskulinitas dan feminimitas, mengenalkan mahram, menundukkan/menjaga pandangan, mendidik untuk tidak melakukan ikhtilat serta khalwat, mendidik untuk tidak bersalaman atau bersenuhan dengan lawan jenis secara sengaja, berdandan tidak tabarruj, memisahkan tempat tidur, mengenalkan waktu-waktu berkunjung, dll.

jujur saat masuk ke ruangan tempat kajian itu, saya bener-bener ga tau kalo saat itu acaranya kajian, materinya TRUE LOVE vs FALSE LOVE. salah agenda aja udah membingungkan, apalagi ternyata dapet materi yang..wow. jadi ceritanya, saya dapet jarkom H-1 kalo mau ada General meeting sebuah kepanitiaan, eh paginya dapet jarkom lagi kalo ada kajian rutin di tempat dan waktu yang sama. lah kan saya bingung (-____-) karena yang mendesak waktunya adalah kepanitiaan itu, saya kan nangkepya tetep akan General Meeting. eh ternyata..badalaaa, saya salah nangkep :D

Kamis, 30 Desember 2010

Rezim Gizi (???)

Wah, kenapa ya saya bikin judul kayak gitu??
(tuu kan yg nulis malah bingung) :D

Berawal dari, saya sekarang sering ditanya sama teman-teman dan bahkan saudara serta para tetangga tentang: diet buat nurunin BB gimana? diet buat naikin BB gimana? kalo anak bayi umur 6 bulan maemnya gimana?? dan blablabla masih banyak lagi..

Well, mungkin status  mahasiswa S1 Gizi Kesehatan yang saya sandang membuat banyak pertanyaan seputar gizi berdatangan..padahal ilmu saya tentang hal tersebut masih miniiiiim sekali (aduh kasian deh, terus kamu selama ini belajar apa??!) Oke, lupakan! itulah awal mula kenapa muncul judul seperti itu di kepala saya dan selanjutnya tertulis deh! :D

Selama ini, yang sudah berakar dan mendarah daging (sorry agak lebay :p) di masyarakat bahwa asupan makanan dan zat gizi lainnya yang baik adalah yang memenuhi aturan 4 Sehat 5 Sempurna. Komposisinya: makanan pokok, lauk nabati&hewani, sayur mayur, buah, dan disempurnakan oleh susu.


Aturan pakainya, eh maaf, maksudnya aturan konsumsinya?? Ya sesuai keinginan. Kalo lapar ya makan, kalo engga ya ga usah. Wow! super bener..
Jadi beginilah wajah kualitas gizi masyarakat. Yang makan terus overnutrition, yang ga makan undernutrition. sehingga kini semerbak wacana tentang double trouble nutrition (masalah gizi ganda). Dalam satu keluarga akan ada anggota yang gemuk, dan ada yang cungkring (kurus kebangetan). Ironis sekali tampak luarannya..

Pada saat saya kuliah Filsafat Ilmu bersama profesor Soekirman, akrab disapa prof Kirman, beliau menjelaskan panjang lebar dan menceritakan perjuangan beliau mengenalkan Gizi Seimbang kepada masyarakat Indonesia. Dan tentunya menggeser mindset masyarakat dari Rezim purba 4 Sehat 5 Sempurna pada Gizi Seimbang.

apa alasan beliau 'ngotot' setengah mati (setengahnya masih hidup kok :D) mengganti rezim gizi yang sudah sangat dekat dengan masyarakat Indonesia??

Senangkep saya adalah karena beliau ingin Indonesia sehat. Mulia sekaliiii (terharu..)
Tapi memang, Gizi Seimbang itu menyenangkan sekali lho :)
aturan dan prinsipnya sungguh indah..dan yang penting mudah :)

Oia, kenapa saya menggunakan kata 'rezim' dalam hal pergizian ini?
Karena bahkan masalah gizi pun sekarang jadi oper-operan, mainan untuk kepentingan politik. Sedih sekali mengetahui betapa kepentingan politik pada akhirnya 'nggondeli' kemashlahatan umat. Nah, disinilah PR untuk para tenaga gizi khususnya dan masyarakat yang sudah tahu pada umumnya untuk ikut andil membantu prof Kirman.
semangat!
Sehat itu nikmat :) Gizi Seimbang itu menyenangkaaaaan :D