Kamis, 06 Desember 2012

FRIEND (part 1)

Dalam rangka merindukan mereka..teman-sahabat-saudara ku karena Allah :')
We promise and we 'll compile our yearning in pray, every pray..insha Allah

========================

Siapa yang ga punya temen?? kalo ada yang angkat tangan atau lantang berkata "Sayaaaa!" pasti rame-rame dibilang "Kasian." hahaha
Karena sungguh manusia itu ditakdirkan untuk hidup berpasang-pasangan..eeh maksudnya hidup sebagai makhluk sosial: bersama, saling menggantungkan kebutuhan, tidak bisa menghidupi dirinya mandiri seutuhnya. Ga percaya?!? yasud lah ya..saya ga mau maksa juga. Kalau saya sih..saya lho ya..saya sangat merasakan manfaat dari kedekatan saya dengan seseorang

Friend, chingu, konco, teman..menurut saya hanya sebatas istilah, deskripsinya sangat luas. Sering kan orang bilang, "Temen apa temeeen?? serius temen aja??". Bagi saya, teman adalah seseorang yang dekat dengan kita, means saling kenal, ngobrol, saling sapa. Tidak ada kriteria usia, jenis kelamin, agama, kepercayaan, suku, status sosial&ekonomi, tingkat pendidikan, pekerjaan fiuuh panjang amat ya..
Dulu saat saya masih TK ada seorang anak yg cupu sekali dan saya selalu tergoda untuk jahil, walaupun endingnya anak itu selalu mengadu ke orang tuanya, tapi dia dan saya selalu terpaksa mau aja duduk sebelahan, ngobrol, bahkan pulang sekolah bareng. Dia temen saya.
Beda cerita waktu SD, SMP, SMA, bahkan saat kuliah ini..saya selalu punya komunitas atau paling tidak seseorang yang kami saling dekat. Mereka adalah teman saya.

Nah, saking banyaknya temen itu, sampai bisa diklasifikasikan menjadi beberapa golongan berdasarkan histori pertemuannya:

1. Coincidence friend
  Ketemu dimana gitu, pas kapan gitu, tetiba ngobrolin sesuatu, sharing dan saling menginspirasi. Kebetulan yang ga sengaja #yaiyalah! #lemparsendal

Sun a unnie (Kakak Sun a) kami ketemu pas saya masih SMA. Beliau volunteer dari Korea, ngajarin Bahasa Korea di Indonesia.
Saya ikut program pelatihan Bahasa Korea , then she is my "coincidence friend"

2. School friend
    Sebagai makhluk bermartabat dan beruntung sehingga bisa mengenyam bangku persekolahan #opotoh 
Bagi kita dan kalian yang bersekolah di institusi pendidikan umum, bukan home schooling, pasti sekolahnya bareng-bareng kan..ga mungkin dong di dalem kelas cuma sendirian. Pasti paling tidak, berdua sama guru atau dosennya tapi yakin ini adalah kisah persekolahan yang sangat menyedihkan kalau sampe muridnya cuma satu di kelas
Pengalaman pertama saya sekolah adalah TK, kemudian SD, SMP, SMA, dan sekarang kuliah S1 (yang insya Allah akan terus berlanjut ke jenjang pendidikan lebih tinggi dan lebih baik. aamiin) nah selama sekolah itu saya punya temen buanyaaaak eaa temennya banyak nih. populer ya? yakin itu semua temen? #loh Setiap kita saling memberi warna yang berbeda, beragam, pelangi..saling menjadi semangat dan rival kompetisi prestasi, berjuang bersama, kadang senang dan lelah bersama juga. Menorehkan banyak kisah bersama atas nama persamaan perjuangan menjadi pembelajar yg ingin menjadi lebih baik.

Ga nemu foto yg bebarengan T.T yaudah ya..ini foto (sebagian) temen SMA saya. sebagian banget..ini beberapa girlies-nya XII IPA 6 TLD2010

Manusia-manusia beruntung yg bisa kuliah di Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM :')
Mahasiswa yg bahagia karena bisa bebas sejenak dari dosen-kelas-tugas. Visitasi GK2010 - Bali, 2012.
nb: yg mikir "astaga ini cewek semua? ke-putri-an gitu?" oh no, kita seangkatan engga cewek semua kok..diantara 90 mahasiswa LIMA DIANTARANYA ADALAH LAKI-LAKI

3. Suddenly friend
   Salah satu teman pernah berkata "..semua orang di dunia ini saling terhubung satu sama lain, langsung ataupun tidak." Jadi misalnya: A dan B adalah teman, B punya sodara C, pacarnya C ternyata "school friend" nya D, padahal D adalah kakaknya A. dan ternyata mereka semua se-jenis kelamin!! YA ENGGAK LAAH .__.
Yeah, intinya adalah: Temennya Temen yang jadi Temen ribet amat sih -.- Efek dikenalin, asyik ngobrol dan keep in touch

Dari kiri ke kanan: 1, 2, 3, 4
1-3-4 "school friend" di kampus, 3 dan 4 adalah "school friend" sejak SMA, 2 dan 4 itu "coincidence friend" di ajang olimpiade Biologi SMA, 1 dan 2 juga "coincidence friend" di acara BAKSOSNAS. Akhirnya 2 dan 3 menjadi "suddenly friend"

4. Family Friend
    Forever friend itu beneran ada.."family friend" adalah forever friend yang sebenarnya. Jangan kebalik ya, bukan teman yang dianggap saudara, tapi saudara yang menjadi teman. Dari kecil, ga bosen, selamanya..insha Allah. Takdir sedarah yang dibuat menjadi lebih indah karena menjadi teman, tempat belajar, berbagi dan berusaha bersama.
Beruntungnya kami tinggal sekampung, sebaya, dari bayi mainnya bareng :D Bosen?? ga tuh, ga akan insha Allah :)

5. Just friend
   Sebenernya semua jenis pertemanan yang tidak terikat darah, sehingga bisa berhenti tanpa dunia harus tanya alasannya apa. Hubungan pertemanan yang pasti-punya-cerita, sebenarnya terserah pelakunya mau dibuat menjadi lebih barokah atau cukstaw aja. Banyak lho sebenernya "just friend" kita. Salah satu alasannya adalah kita anti dituduh menjadi orang sombong, jadi ya kenalan lah terus ngobrol dikit atau sekedar nyapa lah. Tapi bukannya dengan jadi "just friend" malah menunjukkan kalau kita adalah sosok yang tidak bertanggung jawab dan sombong. naudzubillahimin dzalik T.T
Semoga coincidence friends, school friends, suddenly friends, dan bahkan family friends kita ga akan pernah jadi just friend kita. Aamiin :")

Saya sadar, saya ini tidak sempurna..mungkin banyak yg mencerca karena "woiy, ini loh just friend kamu! itu loh just friend kamu! tuh tuh tuh, nih, nih, nih" Naudzubillah, saya berlindung dari perbuatan yg demikian, berlindung dari setitik pun sifat sombong meski dalam hati ataupun canda.
Semoga saya bisa mereduksi "jut friend" yang bertebaran itu..karena sesungguhnya punya banyak teman akan menjadi barokah tergantung bagaimana kita memperlakukan :)

Rabu, 05 Desember 2012

Hello (again) ^.^

bismillahirrahmanirrahim..

*ambil sulak* *debunya mendempul* huff huff huff


(kangen sama blog) (peluk) (cium) hehe ketauan cacat ya, btw saya juga kadang memeluk benda yg yaaaaa pokoknya lagi pengen dipeluk aja. Semisal laptop, hape, buku, kulkas kalo perlu #loh 
ah yaudah jadi makin cacat to

Jadi ini ceritanya postingan brain storming dalam rangka terlalu lama ditinggalkan hingga blog ini hampir menjadi butiran debu saking patah hatinya terlupakan.. hiks. kenapa tetiba mellow?? yaudahsih
Maaf ya saudara-saudara, sebenarnya hasrat saya besar untuk posting and sharing, tapi apa daya hidup mahasiswa tahun ketiga...hidup mahasiswa yang tadinya santai kemudian menjadi terbantai T.T
Buanyaaaak yang ingin dibagikan, tapi karena terlalu "nasi-yang-didiemin-dua-hari" = basi. Dan akan terlalu panjang juga kalau dirapel untuk dipostingan ini. So, life must go on! Mari kita lanjutkan cerita, kawan :))

Singkat cerita, sekarang saya, Nurina Umy Habibah, telah menyandang gelar sebagai MABA (MAhaiswa BAngkot) mahasiswa tahun ketiga yang adek angkatannya sudah dua angkatan. Cerita yang agak ga singkat..jadi saya dan temen-teman seangkatan seprodi (Gizi Kesehatan 2010) adalah angkatan yang dibuat galau oleh perubahan kurikulum. Jadilah segala jadwal dan aktifitas akademik semester ini menjadi suatu 'pembantaian' yang mengalir bangai air sungai code. Terlalu kompleks perubahan kurikulum mulai angkatan kami, sehingga dosen pun ikut pusing. Why?? Dikarenakan kami angkatan 2010 tidak punya kakak angkatan senasib yang bisa dijadikan tempat bertanya dan berbagi, jadilah kami menjadi agen aspirasi kami sendiri ke dosen atau asisten dosen #opotoh

Sebenarnya saya ga tega menggunakan kata pembantaian untuk mengekspresikan perjalanan karir semester 5 ini, tapi sayangnya saya belum menemukan kata ekstrim yang cukup appropriate :((
Mungkin inilah step up stone..benar-benar batu loncatan untuk saya dan teman-teman mengeksplorasi mengenai profesi kami nanti, terutama di bidang klinis. Saya berusaha suka dengan hal klinis yang dituntun mulai semester ini. Well, jujur tapi memang dietitian klinis adalah tujuan saya dan saya harus konsisten serta tanggung jawab dong ya dengan pilihan saya sendiri..tapi memang saya suka kok. Yang membuat kami, saya khususnya, merasa shock adalah karena di semester sebelumnya kami belum cukup dipapar hal-hal yang klinis. Jadi istilahnya, kita sedang perjamuan makan tapi tidak diberi appetizer dulu, bayi lulus ASI ekslusif langsung dikasih bubur saring. Masuk sih, tapi teleeeer .____.
Ditambah lagi, praktikumnya.. eh praktikumnya ga masalah, tapi laporannya, revisinya, deadline nya tumpung undung! :o serta jadwal-jadwal akademik yang lain.. SUBHANALLAH

Saya sampai tidak mampu mengasihani diri sendiri, karena wajah kami seangkata tu jadi sama semuaaa. Gurat lelahnya, mata pandanya, terkantuk-kantuknya saat kuliah di kelas..
Last word ketika saya ingin melambaikan bendera putih adalah: WOIY, YOU ARE ABSOLUTELY NOT ALONE! at least, teman-teman seangkatan juga sedang menjadi pejuang..masa saya rela menjadi pecundang. TIDAK AKAN!

Bahkan saya harus memaksa diri dan berusaha pokonya harus bisa menyisihkan uang buat punya buku ini:
Krause's Food and Nutritional Theraphy

Kata ketua kelas GK2010 dan saya juga setuju, ini adalah buku dewa kami :D Dilihat gambarnya tok sih kurang menarik..saksikan dong aslinya..sama bantalku aja tebelan ini HAHAHA believe it or not, i have measured it, 10 cm for sure *semaput* Harganya juga bikin .... *semaput* mayan pake banget buat mahasiswa yang hidupnya ditanggung oleh negara --> saya.
Hopefully this lovely-dovey-superb book would help me to be smarter and skillful, also grateful. aamiiin #prayhard #sambilbacabukunya

Yuk mari mangat buat saya, teman-teman GK, teman-teman yang lain yang selalu menjadi pejuang.
TETAP SEHAT TETAP SEMANGAT, HARDER FUTURE!

Selasa, 24 April 2012

Menghikmahi Ibadah dari Mikrobia


Sebuah perenungan datang dari praktikum Mikrobiologi Makanan yang dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi PAU (pokoknya ya, di salah satu ruangan di Gedung Pasca Sarjana UGM). Tapi sayangnya, perenungannya tidak atas inisiatif saya sendiri, harus ‘disentil’ dulu sama asisten praktikumnya. Beliau bernama mas Erlangga alumni fakultas TPHP UGM yang kata beliau sendiri sih sudah malang melintang di dunia permikrobia-an selama 4 tahun. Lama ya..dan katanya beliau berharap tahun ini tahun terakhir jadi asisten praktikum :D

Jadi, pas praktikum perdana tanggal 23 April 2012 (Acara Pengenalan Alat sama Acara Uji Pendugaan Coliform) beliau berkata, “Berurusan sama mikrobia itu kayak kita  beribadah. Kita ga tau ibadah kita itu diterima atau enggak kan. Nah kayak percobaan kita, kita ga tau berhasil atau enggak.” maksudnya mas Erlangga kan kita harus nunggu hasil kerja kita itu diinkubasi dulu, baru tahu kerjaan kita itu berhasil atau gagal.

Sebelumnya, sudah tahu mikrobia itu apa? Mikrobia atau mikrobiologi itu makhluk hidup yang kecil banget dan hidupnya dimana-mana. Jadi kehidupan di sekitar kita termasuk udara, pakaian, tempat beraktivitas, peralatan di sekitar kita, itu pasti terkontaminasi makhluk kasat mata ini. Saking kecilnya si mikrobia, sampai harus dibantu mikroskop buat lihat langsung keimutan dan keganasannya (kalo jamur sih kadang bisa dilihat langsung). Nah, mikrobia ciptaan Tuhan ini ada yang baik hati tidak sombong dan suka menolong, tapi ada juga yang jahat nakal hobi merusak dan bikin penyakit. Ya kurang lebih seperti manusia dan golongan jin gitu deh, ada yang taat sama Allah tapi ada juga yang kafir dan berbuat kerusakan serta berpenyakit hati. Cukup ya selayang pandang tentang mikrobia, kalau mau yang lebih detail boleh lho ikutan mata kuliah Mikrobiologi :D hehe


                                         Nih, salah satu mikrobia ciptaan Allah..


Lalu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ibadah itu adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangannya. So, wujud dari beribadah itu tidak melulu sholat atau berdoa, tapi melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya itu yang disebut Ibadah.

Saya khususnya, sudah hidup hampir 20 tahun. Itu bukan waktu yang singkat untuk menjalani sebuah kehidupan di dunia yang kata Allah cuma sementara dan sebentar ini. Selama mengemban amanah untuk hidup di dunia, harusnya kita ngapain sih? Kalau berdasarkan surat cinta dari Rabb Penguasa Alam sih: Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun. Yang artinya: Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku. Dan biar hidup kita ini dapat raport bagus dari Dia, berarti segala aktifitas yang kita lakukan selama hidup itu harusnya diniatkan sebagai ibadah kan ya :) yuk lanjut.. Tapi masalahnya adalah, aktifitas yang saya niatkan sebagai ibadah selama saya hidup ini diterima, diabaikan, atau bahkan ditolak ya sama Allah? #gigitjari

Walaupun kegalauan serupa juga melanda, soal keberhasilan pekerjaan kelompok saya di praktikum itu, tapi sungguh hati saya berteriak (ini perlebay-an versi saya :p) soal ibadah saya. Saya bermimpi dan berdoa untuk dibersamakan di surga kelak dengan orang-orang yang saya cintai dan saya rindukan kehadirannya. Tapi kalau ibadah saya tidak masuk kategori ACCEPTED, terus kalau menyelamatkan diri sendiri dari tiket masuk neraka saja belum mampu, lalu bagaimana saya akan melepas rindu dan hidup bahagia di surga? T.T astaghfirullahal’adzim, naudzubillahimindzalik


Saya teringat dulu pernah membaca tentang Sholat Khusyu’. Tahapan terakhirnya dari sholat khusyu’ adalah pasrah, menyerahkan ibadah kita sepenuhnya kepada Allah. Jadi terserah Allah, ibadah kita akan diterima atau tidak. Yang penting dilakukan adalah aktifitas ibadah itu LURUS, mulai dari niatnya sampai diakhiri dengan menyerahkan urusan kita pada Rabb.
Wallahualam bisshowab, hanya Allah yang tahu bagaimana nasib ibadah-ibadah kita, bagaimana perhitungan amalan kita, dan dimana tempat persinggahan terakhir kita: SURGA atau NERAKA.


Terlalu banyak perbandingan, pengandaian, contoh, dan teguran dari Allah untuk kita abaiakan. Selanjutnya bagaimana kita menyikapi, menyadari, mengilhami atau menghikmahi kesemuanya itu lebih penting dari pada memikirkan nasib ibadah yang sungguh hanya Allah yang tahu.

Bahkan masalah ibadah ini hanya sedikit dari yang bisa diilhami dari urusan mikrobia. Masih buanyak aspek yang akan menjadi perantara perbandingan, pengandaian, contoh, dan teguran dari Allah. Bukan hanya mikrobia, tapi yang lainnya juga :)

Bismillah semoga selalu menjadi perenungan yang indah dan bermanfaat untuk saya khususnya..aamiin
dan semoga percobaan kelompok saya berhasil ya :D



             Pas praktikum bikin yang beginian, namanya teknik streak plate buat isolasi mikrobia. Semoga berhasil ya percobaan kelompok saya #prayhard


Selasa, 14 Februari 2012

Tanda Hati di 14 Februari...

Postingan ini terinspirasi momen yang didewakan oleh pasangn (berzina) terutama yang imannya sedang obralan..ah langsung aja, VDay atau Valentine Day. Tanggal 14 Februari, yang dianggap sebagai hari kasih sayang *Oh My GOD -___-*

unyu kali ya, kalo dikasih yang beginian :3

Sebelumnya, yuk coba ditilik kembali sebenernya kenapa sih sampe tanggal 14 Februari diikrarkan sebagai VDay..
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.


Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.


Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.


Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment ini hanyalah lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak akidah muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan, perjodohan dan kasih sayang.


“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”. (Hadist)

Jadi udah jelas kan tentang sejarah dan mudharatnya perayaan hari kasih sayang itu..
Lagian aneh juga ya, bukankah ketika menyayangi dan mencintai seseorang (yang halal dan pantas dicintai dan disayangi) berarti kita akan melakukannya selamanya? Bahkan inginnya sampai alam akhirat nanti tetap dibersamakan, di surga tentunya. Aamiin :)

Tapi kenapa jadi bermunculan momen yang mengatasnamakan cinta&sayang tapi cuma berlangsung sehari doang. Contohnya: Hari Ibu, Hari Kasih sayang, Hari Ayah, dll. Silahkan berkilah mengenai esensinya yang bukan sekedar berlangsung sehari. Tapi tetap aja, perayaan cintaku buat orang-orang yang aku sayangi itu ya setiap hari. Bukan dengan ucapan lugas, bukan dengan kado yang kadang menguras tabungan, bukan dengan kue atau batangan coklat..tapi dengan DOA.

Rabbi, inilah aku yang merengek sambil tertunduk dan tangan yang menengadah..mengaharap-Mu

Terkhusus ya buat orang-orang yang disayangi&dicintai dengan sangat sangat sangat, tapi ga ada di samping kita. Kalo sekedar terpisah jarak dan waktu sih bisa dikirimin macem-macem. Secara teknologi komunikasi dan transportasi udah majuuu tak gentar! :D
Nah, in case perbedaan dimensi kehidupan?? Ya mau ga mau jalan satu-satunya untuk setia mencintai&menyayangi cuma dengan DOA. titik.

Emang ya, Islam itu ga bakalan mengajarkan hal-hal yang useless, ga ada manfaatnya, kebanyakan mudharatnya. Uuuuh, makin in love deh sama agama Allah SWT ini :*

nb: maaf ya tidak bermaksud menghinakan kepercayaan masing-masing orang, tapi ini adalah instropeksi yang mendalam... Dengan lebih global, coba aja direnungi manfaat serta keburukan yang datang dari perbuatan yang dilakukan. Setiap insan berilmu pasti bisa paham kok kenapa terlalu rugi merayakan hal-hal tersebut.

Senin, 13 Februari 2012

Curcol Edisi Liburan (part 1)

Kali ini judulnya adalah berbagi cerita tentang liburan saya yang lumayan panjang, tapi bentar lagi udah mau masuk kuliahnyaaa T.T *sedih*
Sebenernya ya kegiatan selama liburan begitu-begitu aja. Soalnya saya ga mengagendakan liburan benar-benar ke manaaa gitu. Kemaren sempat diajakin sama Bulek buat ikut ke rumah beliau di Sidoarjo, kata beliau saya ndeso soalnya belum liat lumpur secara langsung *sedih* Tapi dengan alasan keamanan, yaitu pulangnya nanti saya ga ada yang nemenin akhirnya gatot (re: gagal total) ajakan maut beliau. Pun demikian tidak mengurangi kebahagiaan saya menikmati liburan hampir satu bulan ini. hehe

Kenapa ya kok saya malah seneng stuck di rumah yang sama, aktivitasnya sama pada waktu yang sama hampir setiap hari, dan yaa cuma begitu. Ini salah satu kalimat sindiran yang saya terima dari temen-temen (-_-) Kesannya saya tu melaaas pol. Padahal yo biasa aja. Bagi saya yang terbiasa ga mengagendakan liburan buat pergi hedon entah kemana, liburan ga ngapa-ngapain di rumah aja mantengin tv atau laptop mah udah biasa banget :D Eits, jangan dianggap saya masuk gerakan anti duniawi, anti senang-senang, atau semacamnya. Yah karena di rumah itu saya merasa senaaaangnya bukan main. Dimana tempat yang bisa memberikan rasa nyaman dan aman selain rumah? Saya udah jatuh cinta sama rumah..eh maksudnya sih kampung halaman saya Kuncen tercinta. Karena sebenernya tempat tinggal saya tu juga nomaden. Kadang di rumah Bapak, di rumah Eyang, di rumah Simbah..tapi kesemuanya beralamat di Kuncen. haha

Satu hal yang saya sadari, ketika ada di rumah di saat itulah peran dan fungsi saya sebagai anggota keluarga bisa maksimal. Kalo dengan bahasa saya, saya nyebutnya ketika ada di rumah itulah kesempatan emas buat bisa birrul walidain (mengabdi, berbakti kepada orang tua). Karena saya terlalu (mencari) kesibukan di luar sana, jadi saya terlalu menelantarkan rumah seisinya. Meskipun ya, waktu di rumah itu lebih banyak jadi kesempatan buat istirahat dan nyantai, jadi kalo kebanyakan dimintain tolong atau disuruh-suruh kadang mulutnya jadi sambil manyun dan mukanya jadi kayak baju belum disetrika (re: kusut). hehe *maaf ya sodara-sodara, bagian ini tolong banget ini aib ga boleh ditiru T.T*

Walaupun saya statusnya orang Jogja yang kuliahnya cuma di kabupaten sebelah, UGM, jadi maksudnya saya bukan anak kost, tapi tetep aja saya itu kalo di rumah useless banget (subjektif saya sendiri lho ini). Yang bisa dikerjain maksimal nyapu sama ngepel, selebihnya ya cuma ngerjain tanggung jawabnya sendiri. Pagi-pagi udah capcus pergi, entah ke kampus atau tempat nglayap yang lain. Kalaupun ngampusnya siangan, ada aja yang dikerjain urusannya sendiri. Pulang ke rumah, dari 7 hari dalam seminggu paling banyak 2 hari bisa nyampe rumah sebelum matahari terbenam. Jadi ya minim banget waktu yang saya berikan buat orang rumah, terutama Eyang. Kan saya nemenin Eyang. Walaupun 'nemenin' itu pada kenyataannya cuma berupa kehadiran barang-barang saya di dalam rumah yang berarti orang ngirain saya eksis di rumah itu, dan juga nemenin beliau tidur (kadang nemenin nonton sinetron RCTI juga) *sedih*

Minggu, 12 Februari 2012

Baju Romantis: Sarimbit.

Sebagian besar orang Jogja&Jawa Tengah seharusnya ngerti lho maksud judul di atas apa. hehe
Ketertarikan saya pada 'baju romantis' bernama Sarimbit sebenernya udah lama. Khususnya setiap 'njagong manten' atau kondangan, saya selalu menyempatkan waktu untuk curi-curi  pandang melacak pasangan berseragam romantis ini. Kurang kerjaan emang. Harusnya kalo dateng kondangan kan enaknya makan makan makan dan minum ya, kok ini malah nyariin orang yang (mungkin) kenal aja enggak.

pasangan yang menggenakan Baju Romantis: Sarimbit

Sarimbit adalah pakaian sepasang asli Indonesia, model potongan laki-laki dan perempuan yang menggunakan kain bermotif batik yang sama atau hampir sama. Biasanya pakaian ini digunakan oleh pasangan yang telah menikah. Modelnya macem-macem banget, tapi buat yang laki-laki biasanya modelnya monoton. Kemeja. Nah beda urusan kalo yang perempuan. Dari mulai kemeja, blus, blezer, long dress, short dress, yu-ken-si (you can see) dan lain sebagainya (sampe ga ngerti lagi namanya, saking buanyak macem modelnya -_-). Sebenernya pengen juga mbahas tentang harga, tapi nanti dikirain mau jualan sarimbit. Oh ya bagian bisnis baju batik dll nanti di post di judul yang lain :)

Awam menilai menggenakan sarimbit fungsinya biar modis, eksis, serasi, dan menunjukkan pada dunia bahwa "Yang pake baju identik sama aku itu pasanganku lho!". Tapi menurut saya, esensi menggunakan baju sarimbit tidak melulu soal fashion atau bahkan prestise aja. Ada sisi sensitifitas perasaan pasangan pada baju sarimbit, makanya saya lebih suka menyebutnya Baju Romantis. Meskipun romantisme percintaan ga cuma ditunjukkan lewat apa yang dikenakan. Tapi jujur ya, rasanya melting banget gitu kalo liat ada pasangan yang dateng kondangan pake sarimbit. Dari jauh, sebelum masuk pintu aja udah kelihatan. Romantis. Harmonis. Sakinah. Mawaddah. Warohmah. Ya meskipun sarimbit ga bisa jadi indikator kualitas sebuah hubungan. Tapi lagi-lagi ga tau kenapa saya seneeeeng banget liat pasangan yang pake sarimbit, terlebih pasangan yang sudah berumur.

Salah satu temen saya pernah bilang, "Bapak sama Ibukku mana pernah dateng kondangan pake baju yang sama (re: sarimbit). Padahal bajunya yang kembaran banyak lho di lemari." Karena saya lumayan deket sama keluarga temen saya itu, menurut saya kualitas hubungan keluarga beliau bagus, baik-baik saja. Tapi kemudian ketika temen saya bertutur demikian, ada sesuatu yang hilang tiba-tiba. Rasanya...wah, sayang banget ya beliau berdua ga pernah pake sarimbit. Random banget ya perasaan, cuma gara-gara sepasang pakaian jadi under estimate gitu. hehe
Dan sayangnya prasangka saya itu benar kok, Bapak nya temen saya itu ga romantis emang. ups...

Kembali lagi ke jalan yang sesat..eh maksud saya kembali lagi ke topik. Nah dari situ saya makin yakin kalo sarimbit itu menjadi perlambangan sebuah rasa yang sulit dideskripsikan, apalagi digambarkan. Perasaan yang dikaruniakan kepada sepasang manusia, yang cintanya bahkan menjadi amal ibadah. Jadi bukan hanya sekedar unyu unyu-an ala anak muda yang sedang dimabuk asmara. Maunya pake apa-apa sama, serupa, identik, biar dunia tau kalo mereka adalah pasangan kekasih (re:pasangan berzina). Saking mabuknya, sampe ditulisin segala. "A for B" "B for A" "C is mine." atau malah dituker namanya. Barangnya si A dinamain B, barangnya si B dinamain A. (Ealah, emang pikirannya ikutan ketuker kebalik kalo gitu -_-)

Jadi kesimpulannya, saya memandang sarimbit itu sebagai sebuah pakaian yang sarat makna. Bukan cuma harus dikenakan pas kondangan biar dunia paham kalo yang menggenakan itu pasangan. Tapi sarimbit itu dikenakan sebagai pilihan hati yang tulus. Romantis banget sih,,yang nulis aja sampe melting sendiri ^^ (maaf ya terlalu terbawa suasana)

Mau pake sarimbit?
*mauuuu banget!*
Romantis itu pilihan kok ;)

Senin, 28 November 2011

usil pagi-pagi :D

wuah, sudah lamaaaaa sekali ga buka dan update blog :(

nah, kebetulan saya pagi ini lagi usil banget, karena ternyata kuliah jam 8 dan jam 10 kosong (-____-) saya bermaksud ngshare keusilan saya. hehe
jadi ceritanya, saya itu usil ngetik apa yang disampaikan seorang ustadz pada sebuah acara kajian di FK UGM. jadi..saya usil ngepost hasil keusilan saya. berikut hasil keusilan tangan saya ;)


Manusia adalah makhluk yang sempurna. Sadar bahwa hidupnya belum sempurna adalah proses menjalani hidup menuju kesempurnaan.

        -Lapar, ngantuk, lelah adalah hidayah tingkat terendah yang sifatnya reflektif/spontanitas.
2.       -Dimensi hayawaniyah. Manusia juga punya syahwat, libido, selera tentang rasa warna dan bau. Adalah hidayah indrawi/hidayah alkhawasi. Manusia puya hidayah ini pada masa pubertas. Hanya isyarat hidayah untuk fungsi reproduksi. Kalo diikuti nanti tidak akan tercapai cita-ita hidupnya, akan ada resiko: biologis, psikologis, sosiologis, akademis, historis (kesadarannya antara laki-laki dan perempuan berbeda), teologis.
3.       -Dimensi basyariyah: homosapien. Mulai ada kreatifitas, bagaimana menjadikan. Manusia mampu mengembangkan scince dan teknologi. Tapi produk-produk teknologi bukan jaminan untuk ketentraman. Barang bergengsi sering menganggu, sedangkan barang berfungsi sering membantu.
4.       -Dimensi tafsiyah. Manusia punya emosional quotion. Manusia membutuhkan stabilitas, ketentraman, keharmonisan.
5.       -Dimensi ruhiyah. Manusia membutuhkan idealisme.

Lima dimensi itu ada dalam diri kita, ada dalam islam. Bedanya islam sama agama lain adalah Tuhannya Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Memberi apa yang kita butuhkan dan juga menyanyangi yaitu dengan memberikan aturan-aturan untuk meloindungi kita. Termasuk aturan hubungan laki-laki dan perempuan.

Di surat al hujurat:13 , laki-laki dan perempuan harus saling mengenal. Wanita harus mengenal kelaki-lakiannya laki-laki, dan laki-laki harus mengenal kewanitaannya wanita.
Ali imran 113, al baqoroh 235: jatuh cinta, merindukan pasangan.

Match secara komperehensif: laki-laki 23, wanita 18 (menikah dengan yang seusia berarti membangun hubungan yang inkonvensional, berarti harus dengan manajemen yang inkonvensional. Sebelum 40 tahun ga masalah, tapi kalo udah di atas 40 tahun mulai bermunculan masalah). Ar ruum:21

Tuntutan internal dan tuntutan eksternal, yang mana?
Menikah untuk pasangan yang mampu, bukan yang mau. Mampu: financial, emosional, mental, ilmu pengetahuan. Fiqh pergaulan untuk menuntut perjalanan pergaulan laki-laki dan perempuan.
Fiqh pergaulan laki-laki dan perempuan itu habluminannas: semua boleh dilakukan kecuali yang dilarang. Larangan yang harus diketahui:
Pendidikan untuk anak-anak: maskulinitas dan feminimitas, mengenalkan mahram, menundukkan/menjaga pandangan, mendidik untuk tidak melakukan ikhtilat serta khalwat, mendidik untuk tidak bersalaman atau bersenuhan dengan lawan jenis secara sengaja, berdandan tidak tabarruj, memisahkan tempat tidur, mengenalkan waktu-waktu berkunjung, dll.

jujur saat masuk ke ruangan tempat kajian itu, saya bener-bener ga tau kalo saat itu acaranya kajian, materinya TRUE LOVE vs FALSE LOVE. salah agenda aja udah membingungkan, apalagi ternyata dapet materi yang..wow. jadi ceritanya, saya dapet jarkom H-1 kalo mau ada General meeting sebuah kepanitiaan, eh paginya dapet jarkom lagi kalo ada kajian rutin di tempat dan waktu yang sama. lah kan saya bingung (-____-) karena yang mendesak waktunya adalah kepanitiaan itu, saya kan nangkepya tetep akan General Meeting. eh ternyata..badalaaa, saya salah nangkep :D