Senin, 28 November 2011

usil pagi-pagi :D

wuah, sudah lamaaaaa sekali ga buka dan update blog :(

nah, kebetulan saya pagi ini lagi usil banget, karena ternyata kuliah jam 8 dan jam 10 kosong (-____-) saya bermaksud ngshare keusilan saya. hehe
jadi ceritanya, saya itu usil ngetik apa yang disampaikan seorang ustadz pada sebuah acara kajian di FK UGM. jadi..saya usil ngepost hasil keusilan saya. berikut hasil keusilan tangan saya ;)


Manusia adalah makhluk yang sempurna. Sadar bahwa hidupnya belum sempurna adalah proses menjalani hidup menuju kesempurnaan.

        -Lapar, ngantuk, lelah adalah hidayah tingkat terendah yang sifatnya reflektif/spontanitas.
2.       -Dimensi hayawaniyah. Manusia juga punya syahwat, libido, selera tentang rasa warna dan bau. Adalah hidayah indrawi/hidayah alkhawasi. Manusia puya hidayah ini pada masa pubertas. Hanya isyarat hidayah untuk fungsi reproduksi. Kalo diikuti nanti tidak akan tercapai cita-ita hidupnya, akan ada resiko: biologis, psikologis, sosiologis, akademis, historis (kesadarannya antara laki-laki dan perempuan berbeda), teologis.
3.       -Dimensi basyariyah: homosapien. Mulai ada kreatifitas, bagaimana menjadikan. Manusia mampu mengembangkan scince dan teknologi. Tapi produk-produk teknologi bukan jaminan untuk ketentraman. Barang bergengsi sering menganggu, sedangkan barang berfungsi sering membantu.
4.       -Dimensi tafsiyah. Manusia punya emosional quotion. Manusia membutuhkan stabilitas, ketentraman, keharmonisan.
5.       -Dimensi ruhiyah. Manusia membutuhkan idealisme.

Lima dimensi itu ada dalam diri kita, ada dalam islam. Bedanya islam sama agama lain adalah Tuhannya Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Memberi apa yang kita butuhkan dan juga menyanyangi yaitu dengan memberikan aturan-aturan untuk meloindungi kita. Termasuk aturan hubungan laki-laki dan perempuan.

Di surat al hujurat:13 , laki-laki dan perempuan harus saling mengenal. Wanita harus mengenal kelaki-lakiannya laki-laki, dan laki-laki harus mengenal kewanitaannya wanita.
Ali imran 113, al baqoroh 235: jatuh cinta, merindukan pasangan.

Match secara komperehensif: laki-laki 23, wanita 18 (menikah dengan yang seusia berarti membangun hubungan yang inkonvensional, berarti harus dengan manajemen yang inkonvensional. Sebelum 40 tahun ga masalah, tapi kalo udah di atas 40 tahun mulai bermunculan masalah). Ar ruum:21

Tuntutan internal dan tuntutan eksternal, yang mana?
Menikah untuk pasangan yang mampu, bukan yang mau. Mampu: financial, emosional, mental, ilmu pengetahuan. Fiqh pergaulan untuk menuntut perjalanan pergaulan laki-laki dan perempuan.
Fiqh pergaulan laki-laki dan perempuan itu habluminannas: semua boleh dilakukan kecuali yang dilarang. Larangan yang harus diketahui:
Pendidikan untuk anak-anak: maskulinitas dan feminimitas, mengenalkan mahram, menundukkan/menjaga pandangan, mendidik untuk tidak melakukan ikhtilat serta khalwat, mendidik untuk tidak bersalaman atau bersenuhan dengan lawan jenis secara sengaja, berdandan tidak tabarruj, memisahkan tempat tidur, mengenalkan waktu-waktu berkunjung, dll.

jujur saat masuk ke ruangan tempat kajian itu, saya bener-bener ga tau kalo saat itu acaranya kajian, materinya TRUE LOVE vs FALSE LOVE. salah agenda aja udah membingungkan, apalagi ternyata dapet materi yang..wow. jadi ceritanya, saya dapet jarkom H-1 kalo mau ada General meeting sebuah kepanitiaan, eh paginya dapet jarkom lagi kalo ada kajian rutin di tempat dan waktu yang sama. lah kan saya bingung (-____-) karena yang mendesak waktunya adalah kepanitiaan itu, saya kan nangkepya tetep akan General Meeting. eh ternyata..badalaaa, saya salah nangkep :D

Kamis, 30 Desember 2010

Rezim Gizi (???)

Wah, kenapa ya saya bikin judul kayak gitu??
(tuu kan yg nulis malah bingung) :D

Berawal dari, saya sekarang sering ditanya sama teman-teman dan bahkan saudara serta para tetangga tentang: diet buat nurunin BB gimana? diet buat naikin BB gimana? kalo anak bayi umur 6 bulan maemnya gimana?? dan blablabla masih banyak lagi..

Well, mungkin status  mahasiswa S1 Gizi Kesehatan yang saya sandang membuat banyak pertanyaan seputar gizi berdatangan..padahal ilmu saya tentang hal tersebut masih miniiiiim sekali (aduh kasian deh, terus kamu selama ini belajar apa??!) Oke, lupakan! itulah awal mula kenapa muncul judul seperti itu di kepala saya dan selanjutnya tertulis deh! :D

Selama ini, yang sudah berakar dan mendarah daging (sorry agak lebay :p) di masyarakat bahwa asupan makanan dan zat gizi lainnya yang baik adalah yang memenuhi aturan 4 Sehat 5 Sempurna. Komposisinya: makanan pokok, lauk nabati&hewani, sayur mayur, buah, dan disempurnakan oleh susu.


Aturan pakainya, eh maaf, maksudnya aturan konsumsinya?? Ya sesuai keinginan. Kalo lapar ya makan, kalo engga ya ga usah. Wow! super bener..
Jadi beginilah wajah kualitas gizi masyarakat. Yang makan terus overnutrition, yang ga makan undernutrition. sehingga kini semerbak wacana tentang double trouble nutrition (masalah gizi ganda). Dalam satu keluarga akan ada anggota yang gemuk, dan ada yang cungkring (kurus kebangetan). Ironis sekali tampak luarannya..

Pada saat saya kuliah Filsafat Ilmu bersama profesor Soekirman, akrab disapa prof Kirman, beliau menjelaskan panjang lebar dan menceritakan perjuangan beliau mengenalkan Gizi Seimbang kepada masyarakat Indonesia. Dan tentunya menggeser mindset masyarakat dari Rezim purba 4 Sehat 5 Sempurna pada Gizi Seimbang.

apa alasan beliau 'ngotot' setengah mati (setengahnya masih hidup kok :D) mengganti rezim gizi yang sudah sangat dekat dengan masyarakat Indonesia??

Senangkep saya adalah karena beliau ingin Indonesia sehat. Mulia sekaliiii (terharu..)
Tapi memang, Gizi Seimbang itu menyenangkan sekali lho :)
aturan dan prinsipnya sungguh indah..dan yang penting mudah :)

Oia, kenapa saya menggunakan kata 'rezim' dalam hal pergizian ini?
Karena bahkan masalah gizi pun sekarang jadi oper-operan, mainan untuk kepentingan politik. Sedih sekali mengetahui betapa kepentingan politik pada akhirnya 'nggondeli' kemashlahatan umat. Nah, disinilah PR untuk para tenaga gizi khususnya dan masyarakat yang sudah tahu pada umumnya untuk ikut andil membantu prof Kirman.
semangat!
Sehat itu nikmat :) Gizi Seimbang itu menyenangkaaaaan :D

Minggu, 26 Desember 2010

layang-layang



Hidupku sekarang bebas.
Aku layaknya layang-layang.
Kertas-rangka adalah aku, ujung tali pengikat adalah di tanganku
Jika lewat angin menerpa,
Akan dengan cara apa aku bertahan?
Atau bagaimana aku melawan?
Dan seperti apa angin itu kuperlakukan?
Semuanya terserah padaku
Karena sekarang aku layaknya layang-layang.

Langitku luas,
Kadang sepi tapi sering terlalu ramai
Jaga, dan jaga agar terbangku tak pernah terlalu tinggi dan jangan sampai terlalu rendah
Jaga, dan jaga agar taliku kuat serta tampak menjadi penguatku
Jaga, jaga, jaga
Agar tetap setia melayang bersama mendung, hujan, pelangi, terang mentari, terik tengah hari, ceria hari cerah, dan dingin malam bersama atau tanpa bulan gemintang
Karena sekarang aku layaknya layang-layang.

Ada tanah di bawahku jika aku terhempas
Sakit. Rusak. Koyak. Sulit berdiri, hamper mustahil
Ada nuansa luas di atasku jika aku terlepas
Lepas. Hilang. Tak sesaat. Sulit kembali, hampir mustahil
Aku hanya perlu terbang tenang
Sesekali terlalu riang, sesekali agak diam
Bersama banyak layang-layang lain, aku tetap harus terbang teratur
Tak usah terpengaruh nanti bisa bergoyang keruh
Tak usah terikat nanti melilit lalu putus singkat
Karena sekarang aku layaknya layang-layang.

Karena sebuah layang-layang diterbangkan dengan pengorbanan dan perjuangan
Karena sebuah layang-layang dijaga tenang dengan penuh semangat serta perhatian
Karena sebuah layang-layang adalah aku yang punya tujuan:
Terbang meninggi untuk mencapai sebuah tempat indah di ujung langit sana, sebagai akibat perjuangan dan pengabdian
Karena sekarang aku layaknya layang-layang
Yang masih akan terus terbang anggun tanpa niatan untuk diakhiri sebelum waktunya.

Laa rokhah illa fil Jannah J

Alhadulillah wa syukurillah atas nikmat nafas untuk senantiasa beriman, berislam, istiqomah, serta qona’ah..
Bismillah, bersiap untuk hari yang mungkin lebih indah mungkin tidak. SEMANGAT!!