Kamis, 06 Desember 2012

FRIEND (part 1)

Dalam rangka merindukan mereka..teman-sahabat-saudara ku karena Allah :')
We promise and we 'll compile our yearning in pray, every pray..insha Allah

========================

Siapa yang ga punya temen?? kalo ada yang angkat tangan atau lantang berkata "Sayaaaa!" pasti rame-rame dibilang "Kasian." hahaha
Karena sungguh manusia itu ditakdirkan untuk hidup berpasang-pasangan..eeh maksudnya hidup sebagai makhluk sosial: bersama, saling menggantungkan kebutuhan, tidak bisa menghidupi dirinya mandiri seutuhnya. Ga percaya?!? yasud lah ya..saya ga mau maksa juga. Kalau saya sih..saya lho ya..saya sangat merasakan manfaat dari kedekatan saya dengan seseorang

Friend, chingu, konco, teman..menurut saya hanya sebatas istilah, deskripsinya sangat luas. Sering kan orang bilang, "Temen apa temeeen?? serius temen aja??". Bagi saya, teman adalah seseorang yang dekat dengan kita, means saling kenal, ngobrol, saling sapa. Tidak ada kriteria usia, jenis kelamin, agama, kepercayaan, suku, status sosial&ekonomi, tingkat pendidikan, pekerjaan fiuuh panjang amat ya..
Dulu saat saya masih TK ada seorang anak yg cupu sekali dan saya selalu tergoda untuk jahil, walaupun endingnya anak itu selalu mengadu ke orang tuanya, tapi dia dan saya selalu terpaksa mau aja duduk sebelahan, ngobrol, bahkan pulang sekolah bareng. Dia temen saya.
Beda cerita waktu SD, SMP, SMA, bahkan saat kuliah ini..saya selalu punya komunitas atau paling tidak seseorang yang kami saling dekat. Mereka adalah teman saya.

Nah, saking banyaknya temen itu, sampai bisa diklasifikasikan menjadi beberapa golongan berdasarkan histori pertemuannya:

1. Coincidence friend
  Ketemu dimana gitu, pas kapan gitu, tetiba ngobrolin sesuatu, sharing dan saling menginspirasi. Kebetulan yang ga sengaja #yaiyalah! #lemparsendal

Sun a unnie (Kakak Sun a) kami ketemu pas saya masih SMA. Beliau volunteer dari Korea, ngajarin Bahasa Korea di Indonesia.
Saya ikut program pelatihan Bahasa Korea , then she is my "coincidence friend"

2. School friend
    Sebagai makhluk bermartabat dan beruntung sehingga bisa mengenyam bangku persekolahan #opotoh 
Bagi kita dan kalian yang bersekolah di institusi pendidikan umum, bukan home schooling, pasti sekolahnya bareng-bareng kan..ga mungkin dong di dalem kelas cuma sendirian. Pasti paling tidak, berdua sama guru atau dosennya tapi yakin ini adalah kisah persekolahan yang sangat menyedihkan kalau sampe muridnya cuma satu di kelas
Pengalaman pertama saya sekolah adalah TK, kemudian SD, SMP, SMA, dan sekarang kuliah S1 (yang insya Allah akan terus berlanjut ke jenjang pendidikan lebih tinggi dan lebih baik. aamiin) nah selama sekolah itu saya punya temen buanyaaaak eaa temennya banyak nih. populer ya? yakin itu semua temen? #loh Setiap kita saling memberi warna yang berbeda, beragam, pelangi..saling menjadi semangat dan rival kompetisi prestasi, berjuang bersama, kadang senang dan lelah bersama juga. Menorehkan banyak kisah bersama atas nama persamaan perjuangan menjadi pembelajar yg ingin menjadi lebih baik.

Ga nemu foto yg bebarengan T.T yaudah ya..ini foto (sebagian) temen SMA saya. sebagian banget..ini beberapa girlies-nya XII IPA 6 TLD2010

Manusia-manusia beruntung yg bisa kuliah di Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM :')
Mahasiswa yg bahagia karena bisa bebas sejenak dari dosen-kelas-tugas. Visitasi GK2010 - Bali, 2012.
nb: yg mikir "astaga ini cewek semua? ke-putri-an gitu?" oh no, kita seangkatan engga cewek semua kok..diantara 90 mahasiswa LIMA DIANTARANYA ADALAH LAKI-LAKI

3. Suddenly friend
   Salah satu teman pernah berkata "..semua orang di dunia ini saling terhubung satu sama lain, langsung ataupun tidak." Jadi misalnya: A dan B adalah teman, B punya sodara C, pacarnya C ternyata "school friend" nya D, padahal D adalah kakaknya A. dan ternyata mereka semua se-jenis kelamin!! YA ENGGAK LAAH .__.
Yeah, intinya adalah: Temennya Temen yang jadi Temen ribet amat sih -.- Efek dikenalin, asyik ngobrol dan keep in touch

Dari kiri ke kanan: 1, 2, 3, 4
1-3-4 "school friend" di kampus, 3 dan 4 adalah "school friend" sejak SMA, 2 dan 4 itu "coincidence friend" di ajang olimpiade Biologi SMA, 1 dan 2 juga "coincidence friend" di acara BAKSOSNAS. Akhirnya 2 dan 3 menjadi "suddenly friend"

4. Family Friend
    Forever friend itu beneran ada.."family friend" adalah forever friend yang sebenarnya. Jangan kebalik ya, bukan teman yang dianggap saudara, tapi saudara yang menjadi teman. Dari kecil, ga bosen, selamanya..insha Allah. Takdir sedarah yang dibuat menjadi lebih indah karena menjadi teman, tempat belajar, berbagi dan berusaha bersama.
Beruntungnya kami tinggal sekampung, sebaya, dari bayi mainnya bareng :D Bosen?? ga tuh, ga akan insha Allah :)

5. Just friend
   Sebenernya semua jenis pertemanan yang tidak terikat darah, sehingga bisa berhenti tanpa dunia harus tanya alasannya apa. Hubungan pertemanan yang pasti-punya-cerita, sebenarnya terserah pelakunya mau dibuat menjadi lebih barokah atau cukstaw aja. Banyak lho sebenernya "just friend" kita. Salah satu alasannya adalah kita anti dituduh menjadi orang sombong, jadi ya kenalan lah terus ngobrol dikit atau sekedar nyapa lah. Tapi bukannya dengan jadi "just friend" malah menunjukkan kalau kita adalah sosok yang tidak bertanggung jawab dan sombong. naudzubillahimin dzalik T.T
Semoga coincidence friends, school friends, suddenly friends, dan bahkan family friends kita ga akan pernah jadi just friend kita. Aamiin :")

Saya sadar, saya ini tidak sempurna..mungkin banyak yg mencerca karena "woiy, ini loh just friend kamu! itu loh just friend kamu! tuh tuh tuh, nih, nih, nih" Naudzubillah, saya berlindung dari perbuatan yg demikian, berlindung dari setitik pun sifat sombong meski dalam hati ataupun canda.
Semoga saya bisa mereduksi "jut friend" yang bertebaran itu..karena sesungguhnya punya banyak teman akan menjadi barokah tergantung bagaimana kita memperlakukan :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar